Pedulirakyat | Jember - Bertempat di balai Diklat BKPSDM Kabupaten Jember , Pendidikan dan pelatihan (Diklat) tentang hak asasi manusia bagi kepala desa untuk pertama kalinya di Indonesia digelar .
Hal tersebut diungkapkan Bupati Jember dr. Faida, MMR kepada sejumlah wartawan usai pembukaan diklat pada Selasa, 05 November 2019 .
Penyelenggaraan Diklat ini adalah pertama di Indonesia , Diklat HAM untuk Kepala Desa Pendidikan dan pelatihan (Diklat) tentang hak asasi manusia bagi kepala desa untuk pertama kalinya di Indonesia digelar di Kabupaten Jember .
Untuk Diklat hak asasi manusia ini dalam kerangka tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa di Kabupaten Jember .
Para peserta diklat ini adalah dari 161 kepala desa yang baru saja dilantik dan terpilih pada Pilkades serentak yang diselenggarakan pada bulan September lalu .
“ Ini pertama kali diselenggarakan bersama Komnas HAM. Menurut Komnas HAM , ini juga pertama kali diselenggarakan di Indonesia , " terang Bupati Faida .
Bupati Faida juga menyatakan bahwa diklat bersama Komnas HAM ini didasari oleh kesadaran bahwa pemimpin yang memahami bahwa pembangunan sejatinya adalah bagian dari pemenuhan hak manusia akan melahirkan keputusan yang lebih baik .
Untuk pembangunan di desa , pemahaman tentang HAM , sustainable development goals(SDG’s) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Des) sangat perlu dikuatkan .
Lebih khusus , penguatan ini untuk mengejar kesempatan yang dimiliki kepala desa baru dalam menggapai kualitas pembangunan lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan dan sesuai hak asasi manusia .
Dalam kesempatan ini , Bupati Faida pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komnas HAM karena telah bersedia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jember dalam membangun pemahaman tentang hak asasi manusia .
Bupati Faida lebih lanjut menjelaskan , ke 161 kepala desa orang yang telah selesai ikut diklat ini akan diwisuda saat festival HAM pada tanggal 19 November nanti .
Menjawab pertanyaan wartawan , Bupati Faida menyebut banyak orang tidak tahu telah melakukan tindakan pemenuhan terhadap hak asasi manusia .
“ Dan , banyak orang tidak melakukannya karena tidak tahu itu bagian dari hak asasi manusia , " ungkapnya .
Dan kondisi itulah yang menjadi pendorong pemerintah Kabupaten Jember untuk membuat lebih banyak lagi orang berlatih pemahaman hak asasi tersebut .
Dengan Diklat ini , para kepala desa bisa lebih membantu pemerintah daerah menjadikan Jember sebagai kota yang layak HAM dan menjadikan masyarakat yang sadar tentang HAM , itulah yang menjadi harapan Bupati Faida . (Nunung)